![]() |
| Foto : Potret Kejadian (Doc. Istimewa) |
Fokushariini.com | HMI Komisariat Lancaran mengecam keras dugaan tindakan pelecehan dan provokasi yang terjadi dalam rangkaian konvoi di jalan. Pernyataan itu disampaikan Kabid PTKP HMI Komisariat Lancaran, Moh. Baharuddin, melalui rilis resmi organisasi.
Baharuddin menyebut insiden tersebut diduga melibatkan oknum yang sengaja mendekati dan mendesak-desakkan diri kepada seorang perempuan yang tengah melintas. Tindakan itu dinilai telah mengarah pada bentuk pelecehan sekaligus provokasi terhadap pihak lain.
“Kami menilai tindakan semacam ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” kata Baharuddin.
Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dalam berorganisasi tetap memiliki batas. Batas itu, kata dia, adalah ketika suatu tindakan mulai mengganggu rasa aman, kenyamanan, dan martabat orang lain.
HMI Komisariat Lancaran menyoroti sikap organisasi yang diduga terlibat, yakni PMII Komisariat Guluk-Guluk. Menurut Baharuddin, organisasi tersebut selama ini dikenal menekankan pentingnya menjaga jarak dengan lawan jenis.
“Ironisnya, justru organisasi yang selama ini dianggap ‘tidak bermoral’ karena membaurkan laki-laki dan perempuan lebih mampu menjaga dan melindungi lawan jenisnya,” ujar Baharuddin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan organisasi di ruang publik semestinya menjadi ajang menunjukkan semangat kebersamaan. Bukan sebaliknya, dijadikan ruang untuk merendahkan atau mengintimidasi orang lain.
Atas kejadian ini, HMI Komisariat Lancaran meminta iktikad baik dari PMII Komisariat Guluk-Guluk. Permintaan itu berupa klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf kepada korban.
Baharuddin berharap permohonan maaf tersebut disampaikan secara pribadi kepada korban. Selain itu, ia juga meminta pernyataan terbuka melalui media resmi PMII Komisariat Guluk-Guluk.
“Organisasi mahasiswa semestinya menjadi ruang untuk membangun intelektualitas, etika, dan solidaritas, bukan tempat membenarkan tindakan yang merugikan pihak lain,” kata Baharuddin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PMII Komisariat Guluk-Guluk belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. (Red)
