Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Nama Budiman Sudjatmiko Disentil dalam Dugaan Penipuan Tawaran Jabatan di BP Taskin

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T10:58:13Z
Foto Ilustrasi : Budiman Sudjatmiko (Doc., Tempo.co)

Fokushariini.com | JAKARTA — Nama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, disorot setelah muncul dugaan penipuan dengan modus tawaran posisi sebagai tenaga ahli di lembaga tersebut.


Seorang pria bernama Irwan Adriansyah Wijaya mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp226,3 juta setelah dijanjikan mendapat posisi sebagai tenaga ahli di BP Taskin. Namun, posisi yang dijanjikan disebut tidak kunjung terealisasi hingga persoalan tersebut dilaporkan kepada kepolisian.


Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, kemudian mengaitkan persoalan itu dengan Budiman Sudjatmiko sebagai pimpinan BP Taskin. Ia mempertanyakan lingkungan di sekitar Budiman terkait munculnya dugaan tersebut.


"Budiman Sudjatmiko setelah sukses menjilat Prabowo dengan diangkat jadi Kepala BP Taskin," ujar Herwin kepada fajar.co.id, Kamis (13/8/2026).


Herwin juga menyoroti keberadaan BP Taskin yang menurutnya belum banyak dikenal masyarakat. Ia menilai nomenklatur dan kiprah lembaga tersebut masih belum jelas di mata publik.


"Badan yang nomenklaturnya aja masih kabur, kerjaannya lebih kabur lagi," kata Herwin.


Menurut Herwin, BP Taskin juga relatif jarang menjadi perhatian publik. Ia menggambarkan keberadaan lembaga tersebut belum banyak terdengar di ruang publik.


"Namanya sekarang bagaikan desiran angin sepoi-sepoi, lebih sering nggak kedengeran dibanding kedengeran," ujarnya.


Herwin kemudian menyinggung sejumlah polemik yang pernah dikaitkan dengan Budiman. "Sekalinya kedengeran? Eh digusur mahasiswa di UGM," tuturnya.


"Bahkan dicap pengkhianat reformasi," sambung Herwin.


Terkait dugaan penipuan tawaran jabatan, Herwin mengaku menyayangkan munculnya persoalan tersebut. Ia menilai klaim pemberian uang ratusan juta untuk memperoleh posisi di BP Taskin menjadi perhatian serius.


"Sekarang muncul lagi isu jual-beli jabatan yang melibatkan orang-orang di lingkarannya," kata Herwin.


Ia menekankan bahwa persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan fakta dan proses hukum, terutama mengenai klaim penyerahan uang serta pihak yang disebut terlibat dalam tawaran posisi tersebut.


"Janji posisi di BP Taskin, uang ratusan juta masuk, jabatan tetap kosong," imbuhnya.


Herwin juga menyinggung rekam jejak Budiman yang dikenal sebagai aktivis sejak masa mahasiswa. Menurut dia, polemik yang muncul berpotensi memengaruhi citra Budiman.


"Reputasi yang dia bangun sejak mahasiswa aktivis akhirnya bener-bener compang-camping akibat salah memilih lingkungan," tandasnya.


Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui proses hukum. Hingga berita ini disusun, tudingan terhadap pihak-pihak terkait tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan keputusan dari pihak berwenang. (Red)