![]() |
| Gambar 1. (Dokumentasi dalam melaksanakan edukasi lingkungan) |
Fokushariini.com | Bangkalan, 2026 – Enam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar program edukasi tentang lingkungan di SDN Kwanyar Barat dengan judul “Aku Sayang Bumi, Aku Pahlawan Lingkungan”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap dan perilaku sayang liingkungan yang ditanamkan sejak dini kepada siswa siswi yang ada di SDN Kwanyar Barat. Program ini berharap bisa menumbuhkan karakter peduli lingkungan sekaligus kepedulian terhadap alam sekitar secara interaktif, menyenangkan, dan dapat dipahami oleh siswa siswi sekolah dasar.
Melalui berbagai aktivitas edukatif yang dilakukan, seperti pentingnya menjaga linngkungan, cara pengelolaan sampah dengan benar, bisa membedakan antara ssampah organik dan anorganik,serta kebiasaan hidup ramah lingkungan. Para Mahasisswa mengajak siswa siswi untuk menjadi agen perubahan untuk lingkungan dan bisa menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin menanamkan sikap peduli akan lingkungan, cara menjaga lingkungan, cara memilah sampah dengan baik. Melalui langkah-langkah yang sederhana dimulai dari lingkungan sekolah dasar,anak-anak bisa menjadi pahlawan lingkungan bagi masa depan”. Ujar salah satu anggota kelompok KKN.
Edukasi Lingkungan Sejak dini
Kegiatan awal dimulai dengan penyampaian materi pada siswa siswi SDN Kwanyar Barat tentang pentingnya menjaga lingkungan, dampak membuang sampah sembarangan, serta cara sederhana mengurangi sampah melalui kebiasaan Reduce, Reuse, dan Recyle (3R). Materi kemudian dikemas melalui penyampaian materi secara bergilir oleh anggota kelompok KKN, permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan] ice breaking.
Sampah dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah untuk diuraikan, contohnya sisa makanan, dedaunan, sabut kelapa, kulit buah, dan kulit bawang dll. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sulit diuraikan berasal dari bahan nonhayati atau hasil olahaan manusia. Sampah jenis ini membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk hancur, sehingga perlu didaur ulang untuk digunakan kembali agar tidak mencemari lingkungan, contohnya botol plastik,kantong plastik/kresek, kaleng minuman, botol kaca dll.
Antusias siswa siswi terlihat selama kegiatan berlangsung, mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukasi dan ice breaking dan berdiskusi mengenai kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai brrntuk komitmen, anak-anak disuruh menulis ceklis misi harian pahlawan bumi untuk melihat seberapa serius anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Mahasiwa mengajari untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya, menggunakan alat makan/membawa alat makan saat hendak membeli dan makan makanan,membawa tumbler untuk tempat air minumnya untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, serta menjaga lingkungan sekolah.
Melalui program edukasi ini, mahasiswa KKN Universitas trunodjoyo Madura berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Edukasi sederhana melalui Power Point diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kegiatan positif sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman serta mendukung terwujudnya anak-anak yang lebih peduli akan lingkungan.
(*/red)
