![]() |
| Ilustrasi : Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 (Doc. Kemenag) |
Fokushriini.com | JAKARTA - Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 dengan skor 77,89. Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyebut capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya persatuan dan persaudaraan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman agama dan budaya.
Capaian itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan dan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Menurutnya, kehadiran tokoh lintas agama dalam satu majelis doa mencerminkan eratnya semangat kebersamaan bangsa.
"Para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negerinya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," kata Nasaruddin di hadapan jamaah dan tamu undangan.
Kementerian Agama mencatat Indeks KUB meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Kenaikan tersebut menjadi capaian tertinggi sejak indeks itu diukur sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 yang ditetapkan sebesar 76,47.
"(Ini) tertinggi semenjak negeri ini berdiri, Bapak-Ibu sekalian," ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan, angka tersebut juga menunjukkan bahwa target kerukunan nasional untuk akhir periode RPJMN semakin dekat. Target Indeks KUB pada 2029 dipatok sebesar 78,25 sehingga capaian tahun ini dinilai menjadi modal penting untuk mencapainya.
Selain peningkatan Indeks KUB, pemerintah juga mencatat kenaikan Indeks Kesalehan Umat Beragama pada 2025. Indeks tersebut mencapai angka 84,20 yang menunjukkan meningkatnya kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.
Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga suasana damai dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, kontribusi para pemuka agama menjadi salah satu faktor penting di balik meningkatnya indeks kerukunan nasional.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi indikator hubungan sosial yang baik, tetapi juga fondasi utama dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan menjaga toleransi dan memperkuat persaudaraan, Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
(*/red)
