Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ganjar Pranowo Tanggapi Santai Target Besar Jokowi untuk PSI di Pemilu 2029

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-30T06:33:00Z

(Doc. Gesuri) Ganjar Pranowo Politisi PDIP

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menanggapi santai target politik besar yang disampaikan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghadapi Pemilu 2029.


Ganjar menilai setiap partai politik memiliki hak untuk menentukan arah perjuangan dan target politik masing-masing. Ia memastikan PDIP tidak akan mencampuri strategi maupun langkah politik yang dilakukan partai lain.


“Kami menghormati hak setiap warga negara dalam berserikat dan berkumpul. Masing-masing punya cita-cita. Kami tidak mencampuri urusan rumah tangga orang lain,” ujar Ganjar saat memberikan keterangan, Senin (29/6/2026).


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul langkah Jokowi yang mulai melakukan safari politik ke sejumlah daerah untuk mendukung penguatan PSI menjelang Pemilu 2029.


Dalam kunjungan perdananya di Provinsi Lampung, Jokowi menyampaikan optimisme terhadap peluang PSI untuk berkembang lebih besar pada pemilu mendatang. Ia juga meminta kader PSI mengoptimalkan kerja politik di tingkat bawah.


Jokowi sebelumnya memberikan arahan dalam agenda Rapat Kerja Daerah DPD PSI Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh jajaran partai menggerakkan mesin organisasi untuk mencapai target politik yang telah disusun.


Jokowi menyebut target PSI bukan hanya sekadar lolos ke parlemen nasional. Namun, ia belum mengungkapkan angka pasti mengenai target perolehan suara yang ingin dicapai.


Menanggapi hal tersebut, politikus PDIP Guntur Romli menyatakan bahwa internal partainya tidak merasa terganggu dengan aktivitas politik Jokowi bersama PSI.


Guntur menilai pergerakan politik tersebut tidak akan memengaruhi basis massa maupun kekuatan elektoral PDIP. Menurutnya, kader partai tetap solid dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu 2029.


Ia juga menanggapi pandangan sejumlah pihak yang menyebut safari politik Jokowi sebagai langkah awal menuju kontestasi Pemilu 2029. Namun, Guntur memastikan PDIP tidak melihat langkah tersebut sebagai ancaman.


“PDI Perjuangan sudah memecat Jokowi. Jokowi juga tidak membawa elektoral bagi PDI Perjuangan,” kata Guntur.


Sementara itu, Ganjar kembali menegaskan bahwa PDIP menghormati setiap proses politik yang dilakukan organisasi lain. Menurutnya, dinamika antarpartai merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihargai.


Pergerakan politik sejumlah tokoh nasional menuju Pemilu 2029 diprediksi akan terus menjadi perhatian publik seiring meningkatnya aktivitas partai politik di berbagai daerah.

(*/red)