Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jangan Anggap Sepele! Ini Cara Mencegah Sakit Maag pada Mahasiswa agar Kuliah Tetap Lancar

Minggu, 02 Agustus 2026 | Agustus 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-02T14:49:59Z
Foto : Ilustrasi AI


Fokushariini.com | Sakit maag menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami mahasiswa. Padatnya jadwal kuliah, tugas yang menumpuk, kegiatan organisasi, hingga kebiasaan begadang membuat banyak mahasiswa mengabaikan pola makan dan gaya hidup sehat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, dan rasa perih pada lambung.


Untuk mencegah sakit maag, mahasiswa perlu membiasakan diri makan secara teratur. Jangan melewatkan sarapan, makan siang, maupun makan malam meskipun memiliki aktivitas yang padat. Lambung yang kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan asam lambung dan memperbesar risiko terjadinya maag.


Selain menjaga jadwal makan, mahasiswa juga dianjurkan memilih makanan yang bergizi seimbang. Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan karbohidrat, serta kurangi makanan pedas, asam, berlemak, maupun makanan cepat saji yang dapat mengiritasi lambung. Konsumsi kopi dan minuman berkafein juga sebaiknya dibatasi, terutama saat perut masih kosong.


Faktor stres akibat tekanan akademik juga dapat memengaruhi kesehatan lambung. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengelola stres dengan baik melalui olahraga ringan, melakukan hobi, atau beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas. Tidur yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan sistem pencernaan.


Selain itu, kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi dengan minum air putih yang cukup setiap hari. Hindari kebiasaan menunda makan karena dapat memperburuk kondisi lambung. Jika keluhan maag sering kambuh atau disertai gejala berat seperti muntah darah, tinja berwarna hitam, atau nyeri hebat, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.


Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, mahasiswa dapat mengurangi risiko sakit maag dan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Lambung yang sehat akan membantu meningkatkan konsentrasi belajar, produktivitas, serta mendukung aktivitas perkuliahan agar tetap berjalan optimal.


(*/red)